novi puspita widiananda

satu untuk semua

Pages


Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita dapat melihat reaksi kimia. Misalnya saja pada kurun waktu tertentu di udara terbuka sepotong besi dibiarkan maka akan berubah menjadi karat besi. Selain itu juga pada kayu ataupun kertas jika dibakar akan menghasilkan atau berubah menjadi abu.

Seorang ilmuan Prancis yang bernama Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) pada tahun 1779 melakukan eksperimen, yaitu percobaan reaksi antara logam raksa dengan oksigen dari udara. Lavoisier memanaskan logam raksa dengan udara dalam suatu bejana tertutup dan diperoleh fakta bahwa raksa bereaksi dengan bagian dari udara yaitu oksigen. Melalui pemeriksaan
terhadap massa raksa dan massa oksigen yang bereaksi, diketahui bahwa setiap 100 grain raksa (1 grain = 5,3 gram) bereaksi dengan 8 grain oksigen dan menghasilkan 108 grain oksida raksa.
raksa                +          Oksigen                   raksa (II) oksida
 2Hg                                O2                                            2 HgO
200 gram                     16 gram                                   216 gram
(sebelum reaksi)                                       (sesudah reaksi)
            Hukum Lavoisier dalam logika sederhana digambarkan oleh perempumaan pada gambar disamping. Menunjukan bahwa massa sebelum reaksi dan sesudak reaksi adalah sama. Itulah prinsip dasar
hukum Lavoiser. Hal ini membuktikan bahwa massa zat-zat yang direaksikan sama dengan massa zat-zat setelah direaksikan. Kenyataan ini menggambarkan adanya kekekalan massa dalam suatu reaksi kimia sehingga lahirlah hukum kekekalan massa atau hukum Lavoiser.
            Berdasarkan prinsip ini, kimia maju di arah yang benar. Hukum kekekalan massa atau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut. Pernyataan yang umum digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk.
Bagaimana hubungan hukum kekekalan massa dengan penulisan persamaan reaksi? Tentu sangat relevan. Dalam konteks tertentu, kita harus mampu menyetarakan persamaan reaksi. Persamaan reaksi dikatakan setara apabila jumlah unsur atau jumlah atom sebelum dan sesudah reaksi adalah sama. Itulah aturan dalam penulisan persamaan reaksi. Apabila jumlah atom sama antara sebelum dan sesudah reaksi, maka jumlah massanya akan sama juga.
Perhatikan persamaan reaksi pembentukan air di bawah ini!
2H2(g)               +          O2(g)                         2H2O(g)
2 molekul                    1 molekul                    2 molekul
2 mol                           1 mol                           2 mol
2 x 2(1) g                     1 x 2(16) g                   2 x (2(1) + 16) g
= 4 g                            = 32 g                          = 36
Jumlah = 36 g (pereaksi)                                 jumlah = 36 g (produk)

Lembar Kerja Siswa
1.        Berapakah massa kalsium hidroksida jika direaksikan dengan 6,97 g asam fosfat sehingga dihasilkan 11,02 g kalsium fosfat dan 3,84 g air?
Penyelesaian :
3Ca(OH)2 + 2H3PO4 → Ca3(PO4)2 + 6H2O
     x               6,97 g           11,02 g       3,84 g
massa zat sebelum reaksi = massa zat sesudah reaksi
x + 6,97 g = 11,02 g + 3,84 g
x + 6,97 g = 14,86 g
           x    = 7,89 g
Jadi, massa kalsium hidroksida sebesar 7,89 g.
2.        Sebanyak 32 g CH4 dibakar dengan 128 g O2 menghasilkan CO2 dan H2O menurut persamaan : CH4 + 2O2 → CO2 + H2O
Tentukan :
a.         Massa CO2 jika massa H2O sebesar 72 g?
b.         Buktikan kebenaran hukum Lavoisier!
Penyelesaian :
a.       Massa CH4 + massa O2 = 32 g + 128 g
   = 160 g
            Massa CO2 = 160 g – 72 g = 88 g
b.      Massa (CH4 + O2) = massa (CO2 + H2O)
 32 g + 128 g = 88 g + 72 g
              160 g = 160 g (terbukti)
3.        3 g karbon dapat bereaksi dengan 8 g oksigen membentuk 11 g karbon dioksida. Jika 24 g karbon bereaksi dengan 64 g oksigen, akan terbentuk karbon dioksida sebanyak
Penyelesaian :
Massa sebelum bereaksi = massa setelah reaksi
C              +          O2                 CO2
24 g                 64 g                 x gram
            x gram = (24+64) gram + 88 gram
       Jadi, CO2 yang terbentuk sebanyak 88 gram.
4.        Diketahui reaksi : Fe + S → FeS
Jika besi sebanyak 28 g bereaksi dengan belerang dihasilkan 44 g besi(II)sulfida, massa belerang sebesar
Penyelesaian :
Fe             +          S                 FeS
    28 g                  ?                      44 g
Massa S = massa FeS – massa Fe
= (44-28) gram
= 16 gram.
5.        Kalsium karbonat direaksikan dengan 5,81 g asam klorida menghasilkan kalsium klorida, air, dan gas karbon dioksida. Jika massa produk yang terbentuk sebesar 13,78 g massa kalsium karbonat yang direaksikan sebesar
Penyelesaian :
CaCO3      +          2 HCl                     CaCl2     +        H2O     +          CO2
Y g   +   5,81 g     =   13,78 g
            Y gram = (13,78 – 5,81) g                  Y = 7,97 gram
       Jadi, massa CaCO3 yang direaksikan sebesar 7,97 gram.
6.        Jika 11,2 g Fe habis bereaksi dengan 4,8 g O2 menurut persamaan reaksi :
4Fe(s)­ + 3O2 → 2 Fe2O3(s)
Massa zat hasil reaksi yaitu
Penyelesaian :
Massa pereaksi = massa hasil reaksi
Massa Fe + massa O2 = massa Fe2O3
11,2 g      +     4,8 g    = 16 gram
Jadi, massa zat hasil reaksi Fe2O3 adalah sebesar 16 gram.
7.        Reaksi antara etanol (C2H5OH) sebanyak 11,5 g dengan 24 g gas oksigen menghasilkan 22 g CO2 dan H2O sebesar
Penyelesaian :
C2H5OH               +          3O2              2CO2               +          3H2O
   11,5 g                            24 g                   22 g                              ?
Massa H2O = {(11,5 + 24) – 22} gram
                   = 13,5 gram    
8.        Sebanyak 0,4 g gas hidrogen dan 19 g magnesium klorida akan terbentuk jika 4,8 g magnesium direaksikan dengan asam klorida sebanyak
Penyelesaian :
Mg            +          2HCl                       MgCl2              +          H2
  4,8 g                      ?                                  19 g                          0,4 g
Massa HCl = {(19 + 0,4) – 4,8} gram
                   = 14,6 gram  
9.        Reaksi pembakaran 6,5 g logam seng yang menghasilkan 8,1 g seng oksida memerlukan oksigen sebanyak
Penyelesaian :
2 Zn          +          O2               2 ZnO
6,5 g                     ?                     8,1 g
Massa O2 = massa ZnO – massa Zn
                 = (8,1 – 6,5) gram
                 = 1,6 gram
10.    Magnesium oksida sebanyak 20 g setelah diuraikan menghasilkan 8 g oksigen dan magnesium murni. Massa magnesium murni yang diperoleh sebanyak
Penyelesaian :
2 MgO             2Mg     +          O2
20 g                        ?                    8 g
Massa Mg = massa MgO – massa O2
                 = (20 – 8) gram
                 = 12 gram

0 komentar:

Posting Komentar